
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi PMII Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur jalan Pahlawan Surabaya, Rabu, 24 Juni 2026 sore.
Aksi mahasiswa menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Timur awalnya berlangsung tertib, Namun berubah memanas saat massa mengetahui gubernur tidak bisa menemui mereka.
Kericuhan terjadi karena perwakilan pemerintah yang datang hanya staf dari Bakesbangpol Jawa Timur. Mahasiswa menilai pihak tersebut tidak memiliki kewenangan untuk menjawab dan menindaklanjuti tuntutan yang mereka suarakan.
Sebagai bentuk protes, massa kemudian memblokade jalan pahlawan. Akibatnya arus lalu lintas lumpuh, dan antrean kendaraan mengular hingga kawasan jembatan merah. Tak hanya itu, para mahasiswa juga membakar ban di depan Gedung Gubernuran Jawa Timur.
Abdul Razak Sekretaris PMII Jawa Timur mengatakan, mahasiswa bermaksud menagih janji pemerintah terhadap berbagai tuntutan yang sebelumnya sudah mereka sampaikan. Mereka menilai aspirasi mahasiswa selama ini belum mendapat respons serius.
Sejumlah program nasional juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Mulai dari program makan bergizi gratis, koperasi merah putih, kebijakan perbaikan ekonomi, hingga desakan penghentian tambang ilegal galian C di Jawa Timur.
“Tuntutan kami yakni hentikanbg dan koperasi merah putih serta tindak serta razia besar-besaran atas tambang ilegal galian CV dan tadi sempat memblokade karena kecewa lantaran yang menemui kami bukan orang yang berkompeten di bidangnya,” kata Razak
Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan mereka massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. arus lalu lintas di jalan pahlawan berangsur kembali normal setelah blokade dibuka. (pul)