
Pemandangan antrian truk terjadi di beberapa SPBU di surabaya raya sejak 3 hari terakhir hingga sekarang, Kamis (25/6/2026). Truk pengangkut logistik mengisi biosolar antri hingga ber jam-jham akibat keterlambatan pengiriman BBM Pertamina
menurut Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Suarasurabaya Radio, antrean terjadi seiring naiknya konsumsi biosolar setiap awal pekan, khususnya Senin dan Selasa. Konsumsi pada dua hari tersebut memang cenderung lebih tinggi dibandingkan hari-hari lainnya.
“Antrean disebabkan kebutuhan barang yang sama di waktu bersamaan. Kami sedang melakukan mitigasi. Setelah pemantauan intensif, pada 23 dan 24 Juni, kami memasifkan percepatan pengiriman produk ke SPBU yang berpotensi menyerap produk lebih tinggi dibandingkan lainnya, terutama yang berada di dekat pelabuhan, pintu masuk tol, dan jalur trans antarkota,” jelas Ahad.
Untuk mengurai antrean, Pertamina menyiapkan 12 mobil tangki tambahan khusus melayani distribusi biosolar di wilayah Surabaya Raya. Armada tersebut beroperasi mulai pukul 22.00 hingga 12.00 WIB untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga melakukan evaluasi faktor penyebab lonjakan konsumsi pekan ini. Pertamina juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk organisasi angkutan dan pelaku logistik, untuk mengetahui kemungkinan adanya peningkatan aktivitas distribusi barang antarkota.
“Itu yang perlu kita lihat. Minggu ini ada faktor penentu apakah ada peningkatan distribusi logistik antarkota. Dari sisi kami, yang terpenting memastikan ketersediaan tetap ada dengan melakukan percepatan distribusi dan penambahan mobil tangki khusus Biosolar,” kata Ahad.
Ada kemungkinan berbagai faktor pemicu kenaikan konsumsi, termasuk penggunaan BBM untuk kebutuhan industri atau operasional genset saat terjadi gangguan pasokan listrik. Namun, fokus Pertamina saat ini adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ahad memastikan pasokan biosolar dalam kondisi aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan tingginya permintaan dalam waktu bersamaan.
“Stok ada, tetapi permintaan memang lebih tinggi dari biasanya,” tegasnya.
Pertamina juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean. (pul)