
Tim Juri 10 Program Pokok PKK Surabaya berkunjung ke Kecamatan Gunung Anyar Surabaya Rabu 29/4/2026. Lomba 10 Program Pokok PKK ini sebagai ajang evaluasi, pembinaan dan apresiasi tingkat kelurahan untuk mengukur kinerja, dan inovasi serta partisipasi kader PKK. Kompetisi berfokus pada penerapan 10 program pokok seperti sandang, pangan, kesehatan, dan pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat gotong royong.
Tim Juri menemukan beberapa kriteria yang masuk dalam poin nilai. Di kelurahan Gunung Anyar Tambak RW 1 ini, tim juri menemukan kriteria Kampung Mandiri produksi ikan asap dan kerupuk.
Juga terdapat sekolah sungai dan bank sampah terpadu. Sekolah Sungai Gunung Anyar Tambak Kota Surabaya telah berdiri sejak 2018 dan memberikan banyak edukasi tentang mangrove dan menjaga lingkungan pada generasi muda. “Sekolah non formal yang didirikan Bank Sampah Bintang Mangrove, bisa menjadi contoh dalam mengelola sampah demi melestarikan lingkungan,” kata Prof doktor Sri Warjiyati.
Guru besar UINSA Surabaya yang menjadi salah satu juri ini mengatakan, Kelurahan Gunung Anyar Tambak bisa berkembang menjadi kawasan wisata. Disini tidak hanya dikenal sebagai kampung nelayan saja, tapi juga mampu memproduksi ikan asap dan kerupuk hasil laut. Prof Dr Sri Warjiyati memuji terbentuknya sekolah sungai. Model pembelajaran sekolah alam ini, para pengajar yang merupakan para pegiat lingkungan bisa berinteraksi membagikan ilmu tentang lingkungan. Sebaliknya mereka juga mendapatkan ilmu baru langsung dari alam.
“Kampus bisa belajar dari kelurahan Gunung Anyar Tambak ini. Melalui pendekatan Participatory Action Research, kampus bisa bekerja bersama masyarakat lokal, guna mengembangkan wirausaha sosial di ikan asap dan pembuatan kerupuk. Harapannya saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat nanti, mahasiswa bisa mengajarkan tentang ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelas Prof doktor Sri Warjiyati. (yes)