
MALANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat terjadinya 179 kali gempa bumi yang melanda wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada pekan pertama bulan Mei 2026. Meski frekuensinya mencapai ratusan kali, BMKG memastikan seluruh rentetan gempa tersebut berskala kecil dan tidak dirasakan oleh masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengungkapkan bahwa ratusan aktivitas seismik tersebut terekam secara beruntun selama periode 1 hingga 7 Mei 2026. Rentetan gempa tektonik ini dipicu oleh dinamika geologis alami yang memang aktif di kawasan selatan Jawa.
“Kejadian gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia, serta dipengaruhi oleh adanya aktivitas patahan lokal,” jelas Ricko dalam keterangannya.
Berdasarkan data pemantauan BMKG, lonjakan frekuensi gempa tertinggi terjadi pada tanggal 7 Mei 2026 dengan total 50 kejadian. Sebaliknya, aktivitas kegempaan paling lengang tercatat sehari sebelumnya, yakni 6 Mei 2026, dengan hanya 12 kejadian.
Didominasi Gempa Dangkal Berskala Mikro
Terkait kekuatan guncangan, magnitudo yang terekam tergolong sangat kecil sehingga luput dari perhatian warga. Magnitudo terbesar pada periode pekan pertama Mei tersebut hanya berada di angka M 3,76, sementara magnitudo terkecil menyentuh M 1,01.
Secara klasifikasi kedalaman pusat gempa (hiposentrum), Ricko merinci bahwa mayoritas guncangan terjadi di dekat permukaan. Dari total 179 gempa, sebanyak 156 kejadian diklasifikasikan sebagai gempa bumi dangkal dengan kedalaman 0 hingga 60 kilometer dari permukaan laut.
Sementara itu, 23 kejadian lainnya tergolong sebagai gempa bumi menengah dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Pada periode ini, instrumen tidak mencatat adanya gempa bumi dalam (kedalaman di atas 300 kilometer).
Skala magnitudo yang minim inilah yang membuat ratusan gempa tersebut tidak menimbulkan dampak di permukaan. “Termasuk pada awal bulan Mei 2026 ini, sama sekali tidak terdapat kejadian gempa bumi yang guncangannya dirasakan oleh manusia,” pungkas Ricko memastikan kondisi tetap aman.