
BOJONEGORO — Kabupaten Bojonegoro menegaskan kesiapannya dalam menyokong pemenuhan pasar komoditas nasional sekaligus mempercepat target swasembada pangan. Langkah nyata ini ditandai dengan pelaksanaan panen raya jagung serentak kuartal II yang berpusat di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Perhelatan panen raya di tingkat daerah ini terkoneksi secara langsung melalui sambungan virtual (zoom) dengan agenda Panen Raya Nasional di Sanggau Ledo, Kalimantan Barat, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen besar pemerintah untuk mendongkrak posisi tawar sektor pertanian domestik, tidak hanya sebatas swasembada, melainkan hingga menjadi lumbung pangan dunia.
“Target kita, di tahun 2026 tidak ada lagi impor jagung masuk ke Indonesia. Saat ini angka produksi nasional kita sudah mengalami kenaikan signifikan hingga 48 persen. Peningkatan produktivitas ini harus berbanding lurus dengan kesejahteraan para petani di lapangan, dan itu sudah menjadi kewajiban pemerintah,” tegas Presiden Prabowo.
Dukungan Penuh Sektor Logistik dan Operasional
Guna mengamankan lonjakan produksi dan menjaga stabilitas harga di tingkat hilir, agenda panen raya nasional ini juga ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 18 gudang jagung baru yang tersebar secara strategis di 12 provinsi. Infrastruktur logistik yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang ini diproyeksikan memiliki kapasitas tampung total mencapai 18.000 ton hasil panen demi mempermudah jalur distribusi nasional.
Sementara itu di tingkat kewilayahan, jalannya panen raya di Desa Tulungrejo disaksikan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekda Bojonegoro, Andik Sudjarwo, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, didampingi jajaran Forkopimda serta perwakilan Bulog Kantor Cabang Bojonegoro.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa institusi kepolisian berkomitmen penuh mengawal stabilitas ketahanan pangan melalui pendampingan komprehensif di lapangan. Dukungan ekosistem ini mencakup aspek edukasi berkala, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengawasan distribusi.
“Kita memiliki potensi ratusan ribu hektar lahan siap tanam di berbagai penjuru daerah. Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak simultan memaksimalkan potensi ini, kita optimistis realisasi di lapangan mampu melampaui target produksi pangan yang telah ditetapkan secara nasional,” pungkas Kapolri.