
SURABAYA – Strategi inovatif penyebaran nyamuk ber-Wolbachia yang masif dilakukan sejak akhir 2025 kini menunjukkan efektivitas luar biasa. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur merilis data pada awal Juni 2026 yang menunjukkan bahwa angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surabaya dan sekitarnya anjlok hingga 75 persen dibandingkan periode pancaroba tahun lalu.
Bakteri Wolbachia yang ada di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti terbukti mampu melumpuhkan virus Dengue, sehingga gigitan nyamuk tidak lagi menularkan penyakit kepada manusia. Tim peneliti dari Universitas Airlangga bersama Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan lapangan di 15 kecamatan endemis. Keberhasilan ini menjadikan Surabaya sebagai salah satu kota percontohan global dalam pengendalian penyakit tropis berbasis bioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.