
SURABAYA — Rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar secara maraton sepanjang bulan Mei 2026 sukses menyedot animo luar biasa dari masyarakat. Puncak kemeriahan hari ulang tahun ibu kota Jawa Timur ini ditandai dengan dua perhelatan akbar berskala nasional, yakni Festival Rujak Uleg di Surabaya Expo Center (SUBEC) dan parade cahaya memukau bertajuk “Surabaya Vaganza”.
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan warga lokal hingga wisatawan luar daerah tumpah ruah memadati jalanan protokol kota. Surabaya Vaganza yang mengambil rute historis dari Jalan Pahlawan hingga Balai Kota Surabaya berhasil memanjakan mata pengunjung dengan atraksi budaya nusantara dan pawai mobil hias yang gemerlap.
Tidak kalah meriah, Festival Rujak Uleg yang dipusatkan di SUBEC menjadi magnet utama bagi para pecinta kuliner. Festival ini sukses merayakan identitas gastronomi metropolis dengan melibatkan ratusan pelaku usaha kecil menengah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme warga dalam merayakan HJKS tahun ini. Ia menekankan bahwa gelaran yang telah diakui dan masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut membawa dampak multidimensi bagi kota.
“Perayaan HJKS ke-733 ini didesain bukan sekadar sebagai euforia pelestarian budaya semata. Ini adalah motor penggerak ekonomi kerakyatan yang riil. Dengan melibatkan UMKM lokal secara masif dalam setiap titik acara, perputaran ekonomi yang terjadi selama rangkaian acara berhasil meraup omzet hingga miliaran rupiah,” tegas Eri Cahyadi.
Katalisator Ekonomi dan Pariwisata
Masuknya rangkaian HJKS ke dalam agenda KEN dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuktikan bahwa Surabaya mampu mengemas potensi lokalnya menjadi daya tarik wisata bertaraf nasional.
Keberhasilan memadukan atraksi pariwisata, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi ini tidak hanya mengukuhkan posisi Surabaya sebagai kota metropolis yang merawat akar tradisinya, tetapi juga memastikan bahwa momen perayaan kota memberikan dampak kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh warganya, terutama para pelaku UMKM.