
Harliantara Dekan-Fikom Unitomo
Surabaya, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam misi go internasional. Dalam keterangan pers Sabtu, 27/6/2026 di ruang audienasi Kampus, Harliantara dekan Fikom Unitomo mengatakan, saat ini kampus Fikom Unitomo dibina olehbanyak dosen dari profesional dan praktisi. Bahkan hampir 50 persen pengaja terdiri dari tenaga ahli yang paham teori dan praktisi di dunia akademisi.
Kampus punya gagasannya semua lulusan Unitomo bisa beradaptasi dengan keilmuan. Sebagai kampus swasta pertama kali di Indonesia Timur yang memiliki jurusan Komunikasi, Unitomo telah meluluskan ribuan alumni yang berekja di sektor kehumasan dan praktisi media. Menurut Harliantara, keilmuan harus adaptasi dengan kekinian agar punya daya saing tinggi dan siap kerja.
“Aspek pengelolaan jurusan harus didukung oleh dosen mumpuni dan praktisi profesional dari ekternal dan internal. Tujuannya mendorong mahasiswa memiliki kemampuan setinggi tingginya sesuai di bidang yang diminati,” kata Harliantara calon Guru Besar Fikom Unitomo ini.
Menjadi dosen unitomo dosen harus mampu beradaptasi dengan kekinian. Sebab Ilmu tidak berubah tapi cara komunikasi harus mengikuti dengan era digital. Harus bisa emplementasi dengan Tridharma Perguruan tinggi. Kurikulum Fikom Unitomo mengajak mahasiswa harus riset dan keluar menjadi jurnal terakreditasi.
Menurut Harliantara, penting bagi wartawan untuk bisa melanjutkan kuliah lagi untuk emperkaya ilmu dan validasi,” tambah Harleiantara.
Kegiatan jumpa pers ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama antara Fikom Unitomo dan komunitas media kampus. Kehadiran akademisi dari Unitomo di tengah wartawan disambut positif para awak media, sebab bisa mengetahui secara perkembangan kampus Unitomo.
Menariknya, dalam pembahasan tersebut terdapat satu poin strategis yang dititik beratkan pada ikatan kerja sama berkelanjutan antara kampus dan komunitas wartawan. Setiap tahunnya kamous menyelenggarakan ramah tamah dan uji kompetensi kepada wartawan untuk meningkatkan kapasitas dan keilmuwannya.
Harliantara yang pernah mengajar di Unpad dan Telkom Bandung inimengaku merasa tertantang dan pindah ke Jawa karena naturalisasi. Dirinya sempat satu satunya doktor di Unitomo. Kini karena usia harus mengejar guru besar dan menjadi profesor pertama bidang radio.
“Kini para dDosen di Unitomo dikenal profesional dan praktisi, maka kompetensi ini harus ditularkan ke mahasiswa. Syarat mengajar tidak kaleng-kaleng dan kapasitas pendidikan harus sangat bagus,” tambah Harliantara.
Di kamus Unitomo memiliki Lab Broatcasting dilengkapi dengan radio. Media online dikelola Pak Madin dan Doan di Disway. “Harus semangat sebab adaptasi ini perlu mengikuti, bahkan hingga kini saya juga penulis buku dan penulis jurnal. Maka perlu menyebarkan ilmu,” jelas Harliantara.
Menjadi Kampus Para Juara
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) juga terus memacu kualitasnya di tengah kompetisi perguruan tinggi yang kian ketat. Berbekal keunggulan knowledge, skill, dan mental ability, Fikom Unitomo optimistis mampu bersaing dengan kampus negeri sekaligus membidik target menjadi kampus bereputasi internasional.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah wartawan dari Subandi dan Ari Senja dari analisispublik.com, Agustinus dari Bidik Nasional, serta Pulung C. Aji dari optika.id ini, disebutkan Fikom Unitomo punya sejumlah strategi dan capaian fakultas.
“Persaingan antar-kampus swasta dan negeri saat ini sangat kompetitif, terlebih karena kampus negeri sekarang membuka jalur masuk seluas-luasnya. Jika dulu masuk negeri itu sulit, sekarang menjadi jauh lebih mudah. Namun, Unitomo siap bersaing karena dari segi kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, hingga kesehatan mental (mental ability), kita lebih unggul,” ujar Harliantara tegas.
Salah satu kunci kekuatan Fikom Unitomo terletak pada komposisi pengajarnya. Dari total 19 dosen yang dimiliki, lebih dari 50 persen di antaranya merupakan praktisi aktif di bidangnya. Kehadiran para praktisi ini memastikan mahasiswa mendapatkan ilmu yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Tidak hanya fokus pada teori di ruang kelas, Fikom Unitomo juga aktif dalam pengabdian masyarakat. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah membina Desa Bejijong di Mojokerto, sebuah desa wisata berbasis sejarah Majapahit yang terkenal dengan produksi kerajinan cor kuningan.
Melalui program ini, Fikom Unitomo mendampingi warga dalam hal komunikasi pemasaran dan branding produk lokal.
Di bidang kemahasiswaan, Fikom Unitomo mencatatkan tren positif. Pada tahun lalu, jumlah mahasiswa baru mencapai 220 orang, dan angka ini diharapkan terus meningkat pada tahun akademik ini.
“Prestasi mahasiswa Fikom Unitomo juga tergolong mentereng. Di tingkat nasional, mahasiswa komunikasi Unitomo banyak mendominasi kejuaraan, khususnya di bidang olahraga,” Jelas Herliantara.
Sementara di level internasional, delegasi Unitomo baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang dalam kompetisi penulisan di Singapura.
“Target Unitomo ke depan adalah menjadi kampus internasional. Kampus ini memang disiapkan untuk melatih dan mencetak mental-mental juara yang siap bertarung di luar sana,” tambah Harliantara.
Melalui visi tersebut, ia berharap Fikom Unitomo tidak hanya menaikkan standar pengetahuan akademis mahasiswanya, tetapi juga terus mengasah keterampilan praktis mereka agar siap kerja dan siap berprestasi.
Jumpa pers sore itu terpaksa berjalan singkat, sebab pukul 14.30 WIB harus segera disudahi lantaran Dekan Fikom Unitomo ini sudah dijadwalkan untuk menghadiri agenda penting berikutnya bersama Presiden Prabowo Subianto. (pul)