
Aksi demonstrasi Indonesia Sekarat di Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya Jumat 26/6/2026 berakhir ricuh. Awalnya massa aksi melakukan orasi dengan membentuk sebuah lingkaran besar sejak pukul 16.30 Wib. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan, diantaranya menolak kapitalisme dan menata kembali pemerintahan yang telah rusak.
Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.
“Hari ini adalah perpanjangan napas perlawanan warga Kota Surabaya. Yang kami rasakan di lapangan, harga kebutuhan pokok terus naik dan semakin memberatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM,” kata Septia Rahma Juru Bicara Front Anti Kapitalisme
Masa membakar sampah dan baju bekas di depan pintu sebelah timur Grahadi. Api menyala menimbulkan asap yang menganggu. Sementara arus lalu lintas yang melintas di depan gubernur suryo ditutup. hanya beberapa kendaraan yang bisa melintas dan berbelok ke arah taman apsari.
Hingga menjelang malam, massa masih belum membubarkan diri. Situasi semakin mencekam ketika Juru Bicara Front Anti Kapitalisme Septia Rahma menggelorakan keinginan untuk ditemui pimpinan. Septia lalu mengajak massa beranjak dari duduknya untuk lebih maju ke depan mendekati gerbang Grahadi.
Tak selang beberap lama, massa aksi tiba-tiba melempar botol plastik dan batu ke arah gedung Grahadi. Mereka juga merusak pagar besi di sebelah pagar utama yang baru saja dilakukan perbaikan. Kemudian, sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba datang menggeber motor.
Melihat kondisi tersebut, pihak kepolisian pun menghimbau agar massa aksi demonstrasi untuk tetap kondusif. imbauan itu justru tidak dihiraukan oleh massa aksi. Bahkan massa aksi Indonesia Sekarat semakin beringas melempari botol plastik ke arah Gedung Negara Grahadi.
Melihat situasi yang tidak kondusif, polisi anti huru hara mendatangi massa dari sisi barat. polisi juga mengimbau kepada massa untuk membubarkan diri dengan tertib. Namun ajakan tersebut justru dilawan dengan melepar batu ke arah pasukan huru hara.
Massa berhasil mundur hingga depan Balai Pemuda. Namun bukannya bubar, massa justru melakukan perlawanan dengan membuat barikade. Belum sempat melakukan perlawanan, polisi langsung melakukan penyergapan hingga membuat massa semburat melarikan diri.
Sejumlah pendemo yang melakukan aksi pelemparan dan upaya perusakan Gedung Negara Grahadi Surabaya diamankan polisi. Mereka yang ditangkap itu ada yang dikeler dibawa ke arah Jalan Gubernur Suryo, ada juga yang diangkut oleh empat orang petugas tanpa seragam. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian ada berapa banyak pendemo yang diamankan.
Polisi juga melakukan penyisiran dengan menggunakan kendaraan bermotor. aksi berakhir setelah jalan gubenur suryo dibuka kembali, dan pengendara motor bisa melintas. (yes)