
SURABAYA – Kinerja sektor maritim dan logistik di wilayah timur Indonesia semakin kompetitif. Per pertengahan Mei 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 melaporkan bahwa penerapan sistem Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) atau derek peti kemas otomatis di Terminal Petikemas Surabaya berhasil memangkas waktu inap barang (dwelling time) menjadi hanya 2,1 hari.
Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini diklaim mampu mengatur penumpukan dan pemindahan kontainer secara presisi tanpa perlu banyak intervensi manual. Percepatan bongkar muat ini sangat krusial dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan Jawa Timur, seperti furnitur dan olahan hasil laut. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut positif capaian ini karena berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional perusahaan pelayaran dan pemilik barang.