
LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten Lumajang menorehkan pencapaian penting dalam penguatan ekonomi arus bawah. Sebanyak 52 Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan dipastikan telah rampung dibangun dan siap dioperasikan demi menggerakkan roda ekonomi warga setempat.
Kehadiran koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, memfasilitasi pemasaran produk lokal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat desa.
Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas Utama
Bupati Lumajang, Indah Amperawati—atau yang akrab disapa Bunda Indah—menegaskan bahwa percepatan proyek infrastruktur ekonomi ini dilakukan tanpa mengorbankan sektor pelayanan publik lainnya. Langkah ini murni bersumber dari efisiensi pengelolaan anggaran daerah.
“Efisiensi anggaran yang kami lakukan justru untuk memastikan program prioritas seperti Koperasi Merah Putih bisa berjalan. Pelayanan dasar ke masyarakat tetap nomor satu,” ujar Bunda Indah tegas dalam rapat koordinasi bersama 21 camat di Ruang Mahameru.
Bagian dari Gerakan Nasional 1.061 Koperasi
Pembangunan masif di Lumajang ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional pada 16 Mei 2026 di Nganjuk.
Progres di Lumajang sendiri terbilang progresif:
-
Per 18 Mei 2026: Sebanyak 36 gedung koperasi berhasil diselesaikan.
-
Juni 2026: Sisa pembangunan dikebut hingga kini menggenapi target total 52 unit gedung.
Melalui pernyataan resminya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DISKOPINDAG) Lumajang menyebut koperasi ini sebagai “rumah gotong royong” bagi masyarakat. “Koperasi ini dari desa, oleh desa, untuk desa. Bukan hanya bangunan, tapi rumah gotong royong untuk mandiri secara ekonomi,” tulis pihak DISKOPINDAG.