
Aksi heroik terjadi di tengah ganasnya Perairan Jawa Timur. Sebanyak 18 Anak Buah Kapal (ABK) KM Fuji Manunggal Sejati berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapal mereka karam akibat hantaman gelombang tinggi, Rabu 21/1/26.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Nakhoda Kapal Motor (KM) Egon milik Pelni harus bermanuver di tengah ombak setinggi lebih dari satu meter untuk menjemput para korban yang terombang-ambing di laut lepas.
Suryadi, Nakhoda KM Egon Pelni, menceritakan, para korban terbagi dalam dua kelompok terpencar. dirinya harus memutuskan dengan cepat kelompok mana yang harus ditolong terlebih dahulu.
Setelah selesai menyelamatkan 4 orang, KM Egon melakukan manuver lagi. kali ini harus sangat hati-hati agar posisi kapal tidak menghantam ABK KM Fuji Manunggal Sejati yang terombang-ambing. ”Di tengah situasi yang mencekam, kami harus berdoa agar seluruh korban bisa dievakuasi sebelum matahari terbenam, hingga akhirnya KM Egon berhasil menyelamatkan 18 Kru Kapal Tenggelam di Laut Jawa,” kata Suryadi.
Penyebab tenggelamnya KM Fuji Manunggal Sejati diduga akibat kerusakan fatal pada struktur kapal. Budi Wahyudi, Nakhoda KM Fuji, mengungkapkan bahwa kapal mereka tidak kuat menahan hantaman ombak besar.
Setelah berhasil dievakuasi dari tengah laut, seluruh korban langsung ditangani oleh petugas Maritim, Syahbandar, dan Satuan Patroli (Satrol) Lantamal V (Kodaeral 5). Dansatrol Lantamal V, Kolonel Laut (P) Anton, memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan para ABK menjadi prioritas utama sebelum mereka dipulangkan ke keluarga masing-masing.
”Korban kami bawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) terlebih dahulu. Kami ingin memastikan mereka tidak mengalami trauma dan kondisi fisiknya benar-benar aman,” tegas Kolonel Anton. (yes)