
MAGETAN — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, ribuan pelari dari berbagai daerah tumpah ruah memadati pusat Kabupaten Magetan pada Minggu (14/6/2026) pagi. Mereka antusias mengikuti ajang “Bhayangkara Run 2026 5K” yang digelar oleh Polres Magetan bersama Komunitas Playon Magetan.
Mengusung tema “Playon Bersama Masyarakat Magetan”, perhelatan olahraga ini diikuti oleh sekitar 1.800 peserta. Tidak hanya dari kalangan internal TNI-Polri, ajang ini juga diikuti oleh berbagai komunitas lari dan masyarakat umum dari penjuru Jawa Timur hingga luar daerah.
Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara langsung memimpin flag off pelepasan pelari di titik start yang berpusat di depan Pendopo Surya Graha, Alun-Alun Kabupaten Magetan. Para pelari kemudian menempuh lintasan sepanjang 5 kilometer menyusuri jalan-jalan protokol kota dan finis di lokasi yang sama.
Kapolres Magetan, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, menyatakan bahwa ajang ini dirancang lebih dari sekadar kompetisi fisik. Kegiatan ini menjadi instrumen strategis institusi kepolisian untuk membaur dan menghapus sekat dengan warga.
“Kegiatan Bhayangkara Run 2026 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat nasionalisme, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aktivitas yang positif,” ujar AKBP Erik di sela-sela acara.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergitas antara penegak hukum dan warga. “Melalui kegiatan ini, Polres Magetan berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk menerapkan pola hidup sehat, mempererat persatuan, dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Magetan,” tandasnya.
Digelar Serentak di Berbagai Daerah
Kemeriahan peringatan HUT ke-80 Bhayangkara melalui ajang lari ini tidak hanya berpusat di Magetan. Jajaran kepolisian di berbagai daerah turut menggelar perhelatan serupa secara estafet pada bulan Juni ini, seperti di Blitar, Kediri (Pare), hingga ke wilayah Jawa Tengah seperti Purworejo. Rangkaian ini menjadi simbol soliditas aparat secara nasional.
Setelah menyelesaikan rute maraton, para peserta di Magetan disambut dengan pembagian berbagai doorprize menarik. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan panggung hiburan rakyat yang semakin menghangatkan suasana dan mempererat keakraban antara aparat dan warga setempat.