Setiap akhir bulan menjelang Ramadan, warga Dusun Gisik Kidul Desa Tambakcemandi Sedati Sidoarjo menggelar ritual Nyadran. Tradisi leluhur ini dilakukan untuk memohon keselamatan serta hasil melaut yang melimpah.
Sebelum prosesi Nyadran, warga menggelar jalan sehat dan senam bersama. Kemudian warga berbondong-bondong membawa tumpeng ke atas perahu menuju laut. Mereka akan menggelar ritual istighosah, doa bersama , dan makan tumpeng bersama
Terdapat keunikan dalam tradisi Nyadran ini. Selain arak-arakan tumpeng, para pemuda desa juga turut serta dengan menyewa perahu. Mereka rela mengeluarkan dana untuk kegiatan yang digelar secara turun temurun tersebut.
H. Tohir Nasir Ketua Petik Laut Dusun Gisik Kidul Desa Tambakcemandi mengatakan, Kegiatan nyadran merupakan bentuk ritual adat. Karena mayoritas warga bermata pencaharian mencari ikan di laut.
“Tradisi ini rutin digelar setiap tahun, dan sellau meriah. Kami menganggap pengeluaran yang besar untuk kegiatan ini tidak sebanding dengan pemberian Allah SWT terhadap kami dengan ikan-ikan yang melimpah” ujar H. Tohir Nasir di lokasi pemberangkatan Nyadran, Minggu (1/2/2026).
Bagi Kepala Desa Tambakcemandi, Khoir Udin, sejatinya nyadran merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rejeki yang selama ini diperoleh warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Sekaligus sebagai doa agar warga nelayan diberi kelancaran dan keselematan dalam mencari ikan di laut.
Kegiatan nyadran ini juga dihadiri Kepala Desa, Perangkat desa, lembaga desa, Forkopimka mulai dari camat, Danramil, dan Kapolsek.
“Sejak kecil saya sudah melihat tradisi ini digelar. Berdasarkan cerita nenek moyang, Nyadran bertujuan agar para nelayan mendapat keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” jelas Khoir Udin.
Sebagai koordinator kelompok pemuda, Badrus Syarifudin perangkat desa Kasi Kesra mengatakan, warga nelayan sangat gembira untuk saat mengikuti kegiatan nyadran ini. Sebab sebagai ungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta meyakini bahwa rejeki yang didapat dari laut tidak lepas dari intervensi sang poencipta alam.
“Kami menghabiskan puluhan juta untuk menyewa perahu hingga sound system. Biaya tersebut ditanggung secara gotong royong dengan cara menabung setiap bulan sejak Idulfitri,” jelas Badrus
Ratusan petugas gabungan dikerahkan untuk memastikan keamanan selama prosesi Nyadran ini. Pelaksanaan tradisi berlangsung aman dan tradisi, meskipun suasana pantai sore itu diselimuti mendung musim hujan. (yes)