
SURABAYA — Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027 diwarnai keluhan dari ribuan pendaftar. Memasuki awal pekan bulan Juni 2026, banyak calon peserta didik dan orang tua melaporkan kegagalan saat mencoba mengunduh Personal Identification Number (PIN) dari laman resmi pendaftaran.
Kondisi ini sempat memicu kepanikan massal di kalangan orang tua wali murid. Pasalnya, kepemilikan PIN tersebut merupakan syarat wajib dan mutlak agar calon siswa dapat melanjutkan ke tahapan pendaftaran secara daring (online), sementara tenggat waktu penutupan sistem terus berjalan.
Menanggapi keluhan masyarakat yang meluas, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah cepat. Kepala Dispendik Jatim menjelaskan bahwa gangguan sistem tersebut bukan disebabkan oleh peretasan, melainkan karena kelebihan beban kapasitas akses (overload).
“Kendala teknis gagal unduh PIN ini murni disebabkan oleh lonjakan trafik server yang melebih kapasitas normal. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga jutaan akses masuk secara bersamaan pada hari pertama pembukaan sistem,” jelas Kepala Dispendik Jatim saat memberikan keterangan di Surabaya.
Solusi Bandwidth dan Posko Luring
Untuk mengurai penumpukan antrean digital tersebut, Dispendik Jatim telah berkoordinasi dengan tim teknis IT untuk melakukan stabilisasi sistem secara komprehensif. Langkah mitigasi utama yang dilakukan adalah memperluas kapasitas bandwidth server agar mampu menampung akses yang lebih besar dalam satu waktu.
Selain penanganan secara digital, Dispendik Jatim juga memberikan solusi konvensional bagi pendaftar yang masih mengalami kesulitan. Pemerintah Provinsi telah menginstruksikan pembukaan puluhan posko pengaduan yang tersebar di berbagai Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. Bagi orang tua dan calon siswa yang masih kesulitan mengunduh PIN secara daring, silakan datang langsung ke posko pengaduan di Cabang Dinas Pendidikan terdekat atau ke sekolah tujuan. Petugas kami di lapangan siap membantu proses tersebut secara luring hingga tuntas,” tegasnya.
Pihak Dispendik Jatim juga menjamin bahwa hak seluruh calon peserta didik akan tetap terakomodasi dan tidak ada pendaftar yang dirugikan akibat insiden teknis di awal masa pendaftaran ini.