
SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Perum Bulog kembali menggelar operasi pasar serentak. Lebih lanjut, program ini berlangsung di 38 kabupaten atau kota pada pertengahan Maret 2026. Secara khusus, Pemprov Jatim bertujuan meredam gejolak harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan.
Sebelumnya, pemerintah merespons cepat tren kenaikan harga beras medium belakangan ini. Harga beras bahkan sempat menembus angka Rp15.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional. Akibatnya, angka tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Oleh karena itu, pemerintah menjual beras medium SPHP langsung kepada masyarakat melalui program ini. Kini, warga bisa membeli beras seharga Rp10.900 per kilogram. Tentu saja, harga ini sangat terjangkau dan mematuhi ketentuan HET.
Stok Beras Aman, Warga Jangan Panik
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim meninjau langsung Pasar Wonokromo, Rabu (11/3/2026). Selanjutnya, ia memastikan pemerintah akan meneruskan intervensi pasar hingga hari raya Idulfitri. Bahkan, ia juga menjamin stok cadangan beras di gudang Bulog Jatim masih surplus.
“Pemerintah mengalokasikan puluhan ribu ton beras operasi pasar secara bertahap. Selain itu, stok Bulog Jatim saat ini mencapai lebih dari 130 ribu ton. Dengan demikian, jumlah ini sangat aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga pasca-Lebaran,” ujar perwakilan Disperindag Jatim. “Maka dari itu, masyarakat tidak perlu memborong beras secara berlebihan,” tambahnya.
Tiga Fokus Pengendalian Inflasi
Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim juga menyasar komoditas penyumbang inflasi lainnya. Oleh sebab itu, mereka menjalankan tiga langkah utama selama operasi pasar Ramadhan 2026:
- Pertama, Penyaluran Beras SPHP: Pemerintah mendistribusikan beras medium ke pengecer di pasar tradisional. Hasilnya, langkah ini mengendalikan harga jual di tingkat konsumen akhir.
- Kedua, Subsidi Ongkos Angkut: Pemprov Jatim menanggung biaya distribusi dari gudang Bulog menuju pasar. Alhasil, pedagang tidak perlu menambah biaya transportasi pada harga jual komoditas.
- Ketiga, Pemantauan Bahan Pokok: Satgas Pangan Polda Jatim turun ke lapangan memantau stok Minyakita dan gula pasir. Sejalan dengan itu, mereka bertugas mencegah spekulan menimbun barang dagangan.
Pada akhirnya, Pemprov Jatim berharap program pasokan beras murah ini bisa menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menargetkan laju inflasi daerah tetap stabil selama momen Lebaran.