
Bisnis di sektor properti masih menjadi salah satu pilihan oleh sejumlah kalangan. Terlebih situasi perekonomian di Indonesia tengah menghadapi tantangan kinflik di timur tengah yang berdampak pada kenaikan dollar Amerika Serikat.
Direktur Utama X-PRO, Misael Theo Aditya, mengungkapkan di tengah situasi ekonomi apapun, baik saat keterpurukan imbas pandemi Covid-19 hingga adanya perang dagang di tingkat global, bisnis properti masih menjadi daya tarik masyarakat. Khususnya masyarakat di tingkat menengah dan menengah atas.
Hal ini diungkapkan Misael Theo Aditya saat grand opening X-PRO Executif Property Surabaya di kantor Jl Raya Jemursari 76 Blok B-3 Surabaya, 1/7/2026.
“Dengan ketidakpastian daripada ekonomi global, kami Xpro melihat investasi properti itu masih menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat,” ungkap Misael Theo Aditya terkait bisnis properti.
Namun Misael Theo Aditya berharap momentum kejayaan bisnis properti bisa kembali seperti normal lagi di tahun depan. Sebab melihat untuk keluarga di Indonesia pasti masih membutuhkan rumah sebagai hunian. Baik itu properti apartemen ataupun rumah-rumah tapak.
“Kami punya strategi lebih rebranding dengan perbankan, mereka harus menjadi partner terkuat kami untuk sistem pengkreditan properti,” jelas Misael Theo Aditya
Ditengah rendahnya daya beli masyarakat, X PRO menilai masih ada peluang segmen rumah dengan harga lebih Rp 500 jutaan. Bahkan apartemen dengan harga Rp 700 juta masih dilirik konsumen. Pilihan tersebut bukan tanpa dasar, sebab konsumen memilih rumah tinggal juga sebagai investasi.
“ Kebanyakan sekarang pembelian unit untuk digunakan sendiri secara pribadi serta untuk anaknya,” tambah Misael Theo Aditya.
Misael Theo Aditya mencontohkan, terdapat laporan dari salah satu pengembang properti yang bisnisnya berada di kawasan Sdoarjo dan Gresik masih meraup nilai penjualan yang cukup besar. Hal tersebut membuktikan, tren bisnis atau pun investasi di sektor properti masih tergolong menjanjikan.
Terdapat pula faktor lain yang menandakan prospek bisnis properti cerah. Yakni angka populasi di Indonesia khususnya di kota-kota besar meningkat, yang tentunya mendorong permintaan jenis properti residensial.
“Artinya, investasi pada bisnis properti ini masih menjadi daya tarik yang bagus. Dengan gonjang-ganjing ekonomi global, yang pasti investor pun juga ada berhati-hati di dalam berinvestasi,” pungkas Misael Theo Aditya.
Melalui pembukaan kantor cabang di Surabaya ini, Misael Theo Aditya berharap dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah sekaligus melahirkan lebih banyak agen properti profesional yang mampu memberikan layanan berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen (pul)