
Yayasan Konservasi Lahan Basah Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama relawan dan sejumlah mahasiswa melanjutkan evakuasi sampah plastik dari Kali Tebu Surabaya, Rabu 13/5/2026.
Alaika Rahmatullah dari tim evakuasi sampah Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik) Ecoton mengatakan, saat hari ke 2 evakuasi, tim berhasil mengangkut sampah seberat 1.016 kilogram atau sekitar 80 karung. Jika ditotal dengan hasil evakuasi hari pertama senin 11/5/2026, yang mencapai 1.435,1 kilogram, maka jumlah sampah yang berhasil diangkat dalam dua hari mencapai lebih dari 2,4 ton.
keberhasilan evakuasi sampah sebanyak itu setelah memasang trash barrier atau penghalang sampah di aliran sungai untuk menghentikan laju sampah yang terbawa arus. Sampah yang tersangkut kemudian diangkat dan dipilah sesuai jenisnya.
Amiruddin Muttaqin Manager Program Mozaik Ecoton sekaligus peneliti senior Ecoton, menyebut jumlah sampah yang terkumpul menunjukkan kondisi Kali Tebu yang masih dipenuhi limbah domestik.
“Sebelumnya kami pasang 24 jam dan menghasilkan 907 kilogram sampah. Yang sekarang ini lebih banyak dari waktu itu,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa trash barrier tersebut rencananya akan dipasang secara permanen agar masyarakat mengetahui kondisi sungai yang sebenarnya sekaligus mencegah sampah mengalir ke laut.
Sampah yang berhasil diangkut dibawa ke tempat penampungan sementara untuk dipilah antara sampah residu, organik, hingga yang masih memiliki nilai jual. Selain itu, tim Mozaik juga melakukan brand audit untuk mengetahui merek-merek sampah yang paling banyak ditemukan.
Khusus untuk brandaudit popok sekali pakai, merk sweety sebanyak 31, mamypoko sebanyak 24, merk momo sebanyak 8 dan merk lain sebanyak 14 kantong. Khusus popok dewasa ditemukan 8 kantong serta merk tidak terlihat sebnyak 133 pieces, sehingga total 218 pcs.
Tim juga akan terus monitoring trash barrier dilakukan setiap hari untuk memastikan penanganan sampah berlangsung maksimal. Dengan upaya itu, diberharapkan sampah di Kali Tebu bisa berkurang, tidak ada aliran sampah ke laut, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. (pul)